Menjadi seorang aktivis pembelajar, merupakan salah satu semangat yang terus di dibawa oleh sosok inspiratif yang satu ini. Ia bernama Anjar Dimara Sakti. Pria yang lahir di Jakarta 27 tahun yang lalu ini memiliki pembawaan yang tenang, namun dibalik ketenangannya tersimpan kecemerlangan.

Anjar merupakan sosok seorang aktivis mahasiswa yang juga merupakan jiwa pembelajar sejati. Anjar menamatkan jenjang sarjana pada jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung pada tahun 2012. Setelah selesai dari ITB, Anjar melanjutkan studi Masternya di University of Tokyo hingga tahun 2015.

Hingga kini, Anjar masih melanjutkan studi Doktoralnya pada universitas yang sama saat Anjar menamatkan program masternya. Anjar mengambil program Doktoral pada Institute of Industrial Science, Remote Sensing of Environment and Disaster Laboratory. Hal ini menandakan, Anjar sebagai sosok yang haus akan ilmu pengetahuan.

Pada studi Doktoralnya, Anjar meneliti Global Database Development, Food Security dan Socio-economic Analysis. Pemilihan Jepang sebagai Negara destinasi studi Master dan Doktoralnya bukan tanpa alasan. Jepang yang notabene adalah Negara yang begitu maju dari segi teknologi, ekonomi dan kultur kebudayaannya menjadi alasan terkuat Anjar memilih Jepang sebagai pilihan destinasi untuk menamatkan jenjang Doktoralnya.

Iklim subtropis Jepang yang dingin, menjadi hangat karena kehadiran seorang pendamping yang membersamai perjuangan untuk menamatkan studi Doktoral. Kebertepatan, istrinya pun tengah menamatkan studi Master di Jepang. Menikah tahun 2015, dan baru saja dikaruniai seorang putra yang rupawan, menambah deretan cerita indah bagi Anjar dalam menamatkan program Doktoralnya.

Jika mencoba flashback saat Anjar masih berkuliah dahulu di ITB, Anjar pernah terpilih sebagai Presiden Keluarga Mahasiswa ITB. Menjadi Presiden KM ITB adalah capaian yang begitu prestisius di kalangan mahasiswa ITB. Tantangan untuk dapat menyatukan civitas akademika ITB yang beragam, dan juga menjadi sosok teladan bagi mahasiswa ITB kala itu menjadi warna yang menghiasi kehidupan kampus seorang Anjar.

Saat ini, walau fokusnya lebih ke dunia penelitian, namun semangat aktivisme mahasiswa yang dimiliki oleh Anjar tidaklah pudar. Idealisme Kami dan materi pembinaan saat Anjar berkesempatan tinggal di asrama Rumah Kepemimpinan masih terpatri dalam diri Anjar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *