Sabtu, 28 April 2018 acara serah terima jabatan (sertijab) Rumah Kepemimpinan dilaksanakan di auditorium STTNF. Acara diawali dengan diakusi terkait kealumnian bersama beberapa alumni Rumah Kepemimpinan, yaitu Bang Aad (Ketua IARK 2016-2018) Bang Faldo Maldini, bang Reza Zaki, dan Kak Afra. Bang Jilun, Bang Dasril, Mba Nisa Salsabila, dan Kak Septi.

Pada kesempatan tersebut Bang Aad menyampaikan mengenai ‘hidup adalah pilihan’ serta mengenai collaboraction. Collaboraction sejatinya dibagi menjadi level mikro (kolaborasi yng terjadi antar individu), level meso (individu dengan institusi), dan level makro (institusi dengan institusi). Colaboraction terjadi dari ‘small talk’ atau percakapan ringan yang terjadi ntar individu, sehingga diharapkan setiap individu alumni harus percaya diri memperkenalkan kemampuan ataupun passionnya.

Bang Reza Zaki menyampaikan paling tidak ada dua isu yang amat erat dengan rumah kepemimpinan, yaitu isu ekonomi dan politik. Kedua isu ini mau tidak mau akan terus digodog dalam rumah ini. Inilah yang menyebabkan pentingnya sebuah posis/ jabatan. Posisi merupakan salah satu alat utk men-scale up alumni-alumni rumah kepemimpinan. Lain halnya dengan Bang Faldo Maldini yang menyampaikan bahwa setiap individu yang telah lulus menjadi alumni selayaknya menjadi yang terbaik. Beliau juga mengingatkan untuk jngan lupa ‘pulang’ sejauh apapun kita telah mengembara, yaitu pulang ke rumah kepemimpinan.

Dalam rekaman video Bang Jilul yang jug merupakan alumni rumah kepemimoinan juga turut menyampaikan sepatah kata untuk membakar semangat alumni muda malam tersebut. Beliau menyampaikan makna keluarga sejatinyabukan soal siapa yang paling sukses, melainkan keluarga adalah tidak ada yg terlinggal di belakang. Mari bersinar dan sukses bersama.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolik estafet kepengurusan ikatan alumni IARK dari bang Aad selaku perwakilan pengurus IARK 2016-2018  kepada Bang Faldo dan Bag Reza Zaki sebagai perwakilan pengurus IARK selanjutnya. Tak lupa pula setelah itu Kak Afra menambahkan point penting mengenai kealumnian terutama ditujukn kepada alumni perempuan, beliau mengatakan “jangan pernah ragu mendefinisikan peran kita. Meski nantinya kita berperan lingkup domestik sekalipun jangan pernah takut dan ragu. Jadilah yang terbaik di manapun ranah kita berada, karena di situlah medan gerak kita”.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *